INGIN
BERPIDATO? Baca ini!
Bagi
sebagian orang, berpidato mungkin adalah hal yang sulit dilakukan. Apalagi membuat
teks pidato itu sendiri. Nah, pada kesempatan ini saya akan membagikan tips
kepada kawan-kawan semua yang ingin belajar membuat dan berpidato.
Sebenarnya,
berpidato adalah hal yang sangat biasa kita lakukan. Karena pada dasarnya,
berpidato itu berbicara dengan membahas topik tertentu. Hanya bedanya, ketika
kita berpidato, audience atau
pendengarnya itu lebih banyak. Yang terpenting dalam berpidato adalah kita
harus percaya diri, mengusai materi, dan pastikan apa yang kita sampaikan itu
isa sampai kepada pendengar.
Sedangkan
untuk penyusunan materi atau teks pidato, ada beberapa langkah yang bisa
kawan-kawan ikuti seperti di bawah ini:
1.
Tentukan Tema
Hal
ini penting dilakuakan agar apa yang kita sampaikan tidak terkesan
bertele-tele. Ada banyak sekali tema yang
bisa kita pilih, sebut saja mengenai
kedisplinan, keagamaan, berbakti kepada kedua orang tua, pencemaran lingkungan,
dll.
2.
Membuat kerangka
Kerangka
inilah yang akan kita jadikan sebagai dasar dalam menyusun teks pidato, umumnya
kerangka yang digunakan terdiri dari salam pembuka, pembuka, isi, kesimpulan,
penutup, dan salam penutup.
3.
Mengembangkan kerangka
Setelah
menyusun kerangka, yang harus kita lakukan berikutnya adalah mengembangkan
kerangka tersebut menjadi paragraf.
a. Salam
pembuka, biasanya berisi Assalamualaikum atau bisa juga ucapan selamat pagi
dsb.
b.
Salam pembuka, biasanya berisi ucapan
syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Solawat dan salam.
c.
Isi, isi disesuaikan dengan tema yang
kawan-kawan pilih, misalnya ingin
memilih tema pencemaran lingkungan. Maka, yang kawan-kawan sampaikan adalah mengenai
pengertian pencemaran lingkungan, contoh pencemaran, penyebabnya, dan cara
mengatasinya.
d.
Kesimpulan, biasanya berisi ajakan
kepada para audience, misalkan dengan
tema pencemaran lingkungan kawan-kawan mengajak audience untuk menjaga kebersihan, tidak membuang sampah
sembarangan, dsb. Bisa juga ditambahkan pantun ataupun lagu.
e.
Penutup, pada bagian ini biasanya berisi
permohonan maaf kepada para audience apabila
dalam menyampaikan pidato terdapat kesalahan.
f. Salam,
hampir sama dengan salam pembuka, biasanya berisi Assalamualaikum atau bisa
juga ucapan selamat pagi dsb.
4.
Perbaikan
Setelah
kerangka dikembangkan, selanjutnya yang harus dilakukan adalah meneliti kembali
apa yang sudah kita tulis, mungkin saja ada kata-kata yang kurang cocok dsb.
Nah,
itu tadi mengenai membuat teks
pidato. Saat kawan-kawan telah
menyelasaikan teks tersebut dan ingin berpidato, maka kalian pasti harus hafal
kan dengan pidato tersebut? Tapi, yang perlu diingat adalah, dalam mennghafal
tidak harus sama persis dengan apa yang sudah kita tulis. Yang terpenting intinya sama dan apa yang
ingin kita sampaikan dapat sampai ke pendengar. Sedikit tips saja, agar lebih
mudah dalam menghafal. Saya biasanya menghafalkan kerangkanya terlebih dahulu,
baru kemudian poin-poinnya. Hal ini dimaksudkan agar saat kita berpidato dan
lupa, kita bisa berimprovisasi dengan dasar kerangka tersebut. Yang terpenting
percaya diri dan jangan grogi. Ketika kalian merasa grogi, jangan sesekali
menatap mata audience, melihatlah
satu jengkal diatas audience. Itu akan
sedikit membantu mengurangi grogi.
Itu
tadi sedikit tips dalam berpidato, semoga bermanfaat.
Komentar
Posting Komentar